Astagfirullah! 195 Warga Kota Cirebon Terinfeksi HIV di Tahun 2024, Mayoritas dari Hubungan Sesama Jenis

Ilustrasi - 195 Kasus di Warga Kota Cirebon terinfeksi HIV/AIDS
Ilustrasi - 195 Kasus di Warga Kota Cirebon terinfeksi HIV/AIDS (pexels/RDNE Stock project)


Cirebon, GOJABAR - Penularan HIV/AIDS masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Kota Cirebon.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mencatat bahwa pada tahun 2024, sebanyak 195 orang terinfeksi HIV/AIDS.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 177 orang terdiagnosis HIV dan 18 lainnya mengidap AIDS.

Fakta ini mencerminkan situasi yang memprihatinkan, terutama bagi kelompok usia produktif yang menjadi mayoritas kasus baru.

“Yang paling banyak tertular usia produktif antara 25-49 tahun. Kami mencatat ada 133 orang yang tertular HIV,” ungkap Kepala Dinkes Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty, kepada wartawan, Selasa (3/12/2024).

Penularan ini didominasi oleh hubungan sesama jenis laki-laki dengan laki-laki (LSL), diikuti oleh hubungan seksual dengan lawan jenis.

Tren penularan HIV/AIDS di Kota Cirebon menunjukkan pola yang konsisten dari tahun ke tahun.

Menurut dr. Maria, tingginya kasus dari kelompok LSL menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap populasi kunci ini.

“Banyaknya dari Laki Sex Laki (LSL), kemudian kontak seksual bergantian, terutama jika pasangan memiliki penyakit seksual, dapat meningkatkan risiko penularan HIV,” jelasnya.

Sebagai bentuk intervensi, Pemerintah Kota Cirebon telah melakukan berbagai langkah strategis.

Salah satu program unggulan adalah kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk skrining HIV bagi calon pengantin.

“Upaya tersebut untuk menekan penularan HIV/AIDS sekaligus intervensi pemerintah terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA),” tambah dr. Maria.

Selain itu, Dinkes juga mengadakan skrining HIV di berbagai lokasi, seperti tempat kerja, tempat hiburan malam, dan institusi pendidikan.

Edukasi dan sosialisasi kepada pelajar dan mahasiswa juga menjadi fokus utama untuk membangun kesadaran akan bahaya HIV/AIDS serta cara pencegahannya.

Untuk menghindari penularan HIV/AIDS, Dinkes Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk menerapkan konsep “ABCDE”, yaitu:

Abstinence: Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Be Faithful: Saling setia pada satu pasangan.

Condom: Mencegah penularan dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Drug No: Menghindari penggunaan narkoba.

Education: Memberikan edukasi dan informasi yang benar mengenai HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya.

Konsep ini diharapkan mampu menekan laju penularan HIV/AIDS di Kota Cirebon.(*)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak